HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2019

Berikut adalah contoh Spanduk Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 : SPANDUK_HARDIKNAS2019 dengan tema :

“MENGUATKAN PENDIDIKAN, MEMAJUKAN KEBUDAYAAN”

 

Semoga bermanfaat

Advertisements

AROWANA (familia Osteoglossidae)

IMG_20170626_183100_877.jpg

Arwana atau Arowana (familia Osteoglossidae) merupakan ikan air tawar purba yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari Afrika, Asia Tenggara, Australia hingga Amerika Selatan. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu.
Sebagai ikan purba, arwana memiliki karakter fisik yang unik. Kepala umumnya bertulang kokoh, dengan tubuh memanjang, berselubung sisik besar dan saling bertumpuk membentuk suatu mosaik yang indah. Sirip punggung dan sirip anal terletak jauh di belakang tubuh. Sirip dada dan perut berukuran kecil
AROWANA [ NEW THREAD ]
Bagi para hobiis dan penangkar ikan hias, salah satu bagian tubuh yang sangat penting dan seringkali menentukan kualitas ikan Arwana adalah kondisi sisik, terutama dilihat dari kesempurnaan bentuk sisik dan warnanya. Satu sisik Arwana memiliki warna utama yang disebut warna dasar (base color). Warna dasar ini biasanya dikelilingi oleh warna lain yang lebih gelap/pudar, berpola melingkar/cincin yang disebut cincin kedua. Sedangkan pola warna cincin yang terdapat pada bagian paling luar atau paling tepi dari sisik disebut cincin pertama.
AROWANA [ NEW THREAD ]
Arwana termasuk ikan karnivor yang mendiami habitat sungai dan danau berair tenang. Kadang-kala juga ditemukan di riam yang berarus kuat. Daerah tepian sungai yang ditumbuhi banyak pohon hutan dengan akar yang terjulur di dalam air dan dedaunan yang rimbun di atasnya, menjadi habitat favorit bagi Arwana. Habitat tersebut umumnya menyediakan banyak makanan dan daerah perlindungan yang baik.

Sebagai predator khusus permukaan air, keluarga ikan Arwana sangat pandai melompat ke udara untuk mengejar mangsa yang terdiri dari serangga, reptil dan burung. Arwana juga memiliki kemampuan yang baik dalam memperhitungkan posisi mangsa yang terletak di atas permukaan air. Hal ini tidak mudah, sebab harus memperhitungkan sudut pandang yang “bergeser” akibat pembiasan cahaya. Tidak seperti ikan pada umumnya, Arwana hanya bernapas dengan cara langsung mengambil oksigen dari udara/permukaan air (obligate air breather).

Ibarat atlet loncat tinggi olimpiade, kemampuan meloncat Arwana tak tertandingi ikan air tawar manapun. Arwana mampu melompat hingga 2 meter di udara. Bahkan, arwana mampu menangkap kelelawar besar yang terbang rendah di permukaan air. Kemampuan melompat Arwana mungkin hanya dapat ditandingi oleh “jumper master” lainnya, yaitu ikan salmon yang kembali ke hulu sungai untuk bertelur.

JENIS-JENIS AROWANA

1. Arwana Hijau/Green Arowana (Scleropages formosus Schlegel & Müller, 1844)

Arwana hijau termasuk spesies arwana yang memiliki daerah sebaran paling luas di Asia Tenggara. Jenis ini dapat ditemukan di Myanmar, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia dan Indonesia. Arwana hijau mudah dikenali dari bentuk tubuhnya yang lebar dan agak pendek.

Warna dasar sisik biasanya krem terang yang diselingi warna hijau pada cincin sisik kedua. Kadang-kadang sisik memeiliki warna dasar hijau gelap. Sirip punggung, anal dan ekor berwarna abu-abu gelap bercampur hijau. Bagian lingkaran mata juga berwarna hijau. Mulut dan penutup insang (operculum) juga lebih bulat dibandingkan spesies arwana lainnya.
AROWANA [ NEW THREAD ]
Di Indonesia, Arwana hijau dapat ditemukan di sungai-sungai besar di pulau Sumatera dan Kalimantan. Secara alami, Ikan Arwana tidak ditemukan di Pulau Jawa. Arwana hijau merupakan spesies yang memiliki populasi paling melimpah dibandingkan dengan spesies lainnya.

Negeri serumpun Malaysia memiliki varian Arwana hijau yang di sebut Nami. Varian ini umumnya tersebar di danau Muda dan danau Pedu di daerah Semenanjung Malaya. Adanya corak yang unik (seperti pola garis-garis pada karang otak), membuat harga varian Nami lebih mahal dari Arwana biasa.

Harga Arwana Hijau tergolong paling terjangkau, karena populasinya yang masih cukup banyak dan warna sisiknya yang kurang menyolok. Meskipun demikian, jenis Arwana hijau merupakan salah satu Arwana favorit yang banyak dipelihara hobiis, terutama oleh para pemula atau yang masih dalam taraf belajar memelihara atau menangkarkan arwana. Setelah khatam menguasai seluk beluk arwana hijau, sebagian hobiis biasanya akan beralih mencoba memelihara jenis Arwana lain yang lebih mahal.

2. Arwana Perak/Indonesian Silver Arowana (Scleropages macrocephalus Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003)
Arwana Perak termasuk ikan endemik pulau Kalimantan. Para hobiis dan penangkar Arwana mengenal spesies ini dengan sebutan Red Banjar. Tubuh Arwana Perak umumnya memanjang dengan warna hijau gelap pada bagian punggung. Sisik hampir seluruhnya berwarna perak agak gelap dengan cincin sisik berwarna hijau zaitun yang samar.

Daerah hulu sungai besar yang berair tenang dan jernih dengan derajat keasaman air (pH) lebih dari 6 merupakan habitat favorit bagi Arwana Perak. Kadang-kadang, Arwana Perak juga ditemukan di sungai yang mengalir deras. Jenis ini juga termasuk tipe mouth brooder yang melindungi telur dan juvenil-nya di dalam mulut. Telur Arwana perak tergolong besar dibandingkan jenis Arwana lainnya.

Saat ini dikenal 3 varian Arwana Perak berdasarkan warna sirip punggung, sirip anal dan sirip ekornya, yaitu: varian Pino/Pinoh (Greytail silver), Banjar Kuning (yellowtail silver/Yellow Banjar) dan Banjar Merah (Redtail silver/Red Banjar).
AROWANA [ NEW THREAD ]
Arwana Perak (Scleropages macrocephalus) atau Indonesian Silver Arowana. Varian Banjar Kuning/Yellowtail Silver (atas), varian Pino/Pinoh (tengah) dan varian Banjar Merah/Red Banjar (bawah).

Varian sirip hijau/abu-abu memiliki daerah sebaran di Sungai Melawi dan Pinoh (anak Sungai Kapuas) sehingga kadang-kadang varian ini disebut juga sebagai Arwana Pino. Sedangkan 2 varian lainnya, yaitu sirip kuning dan sirip merah, diketahui hanya memiliki sebaran yang terbatas di Sungai Barito Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Harga Arwana Pino sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Arwana hijau, varian yellowtail sedikit di atas Arwana Pino. Sedangkan harga Banjar Red tergolong paling mahal di antara semua varian Arwana Perak

Studi genetik menunjukkan bahwa Arwana Perak memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat dengan Arwana hijau dibandingkan dengan jenis arwana lainnya

3. Arwana Emas/Red Tail Golden Arowana (Scleropages aureus Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003)
Arwana emas (Red Tail Golden) hanya memiliki daerah sebaran yang terbatas di pulau Sumatera saja. Jenis ini umumnya ditemukan di danau-danau/lahan basah gambut di sekitar sungai besar seperti Sungai Siak di Pekan Baru, Riau dan Sungai Batang Hari di Taman Nasional Berbak, Propinsi Jambi. Arwana emas ini dikenal juga dengan nama Indonesian Golden Arowana.

Arwana emas memiliki warna dasar sisik coklat gelap atau kehitaman dengan cincin sisik berwarna emas. Warna sisik di punggung atau sisik level 6 umumnya didominasi oleh warna hitam. Sedangkan ekornya berwarna merah atau campuran merah coklat atau coklat terang. Saat masih juvenil, warna emas pada sisik masih terlihat samar. Warna emas pada sisik akan semakin terlihat seiring bertambahnya umur
AROWANA [ NEW THREAD ]

Arwana emas dibedakan menjadi beberapa varian berdasarkan tingkatan (level) sisik yang tertutup oleh warna emas. Varian yang paling banyak adalah Red tail Golden biasa dengan warna emas hanya mencapai level sisik ke 4 atau 5 (Gambar 11-a). Jika warna emas pada sisik mencapai level 5 dengan sempurna, maka jenis ikan ini disebut Highback Golden. Sedangkan jika warna emas pada sisik mencapai punggung atau level 6, maka ikan seperti ini disebut Super Highback Golden
AROWANA [ NEW THREAD ]
Arwana emas (Scleropages aureus). Arwana emas (Red Tail Golden – RTG) dibagi menjadi beberapa varietas, yaitu: Arwana emas biasa/Golden (atas), Highback Golden (tengah) Super Highback Golden (bawah).

Varian arwana super highback termasuk jarang ditemukan sehingga harga varian ini relatif mahal. Warna yang lebih merah/cerah pada sirip juga lebih mahal dibandingkan dengan ikan dengan warna yang lebih gelap. Jadi, makin cerah warna ikan, makin mahal harganya.

Arwana emas dikenal sebagai spesies Arwana yang paling agresif dan memiliki daya tahan hidup yang tinggi. Populasi Arwana emas sudah jarang ditemukan di alam, sehingga oleh IUCN dimasukkan dalam daftar merah spesies yang terancam punah (endangered).

Negeri jiran Malaysia juga memiliki varian Arwana emas yang mirip dengan Red Tail Golden (RTG) dari Sumatera. Varian Arwana Malaysia dikenal dengan nama Crossback Golden (CBG atau X-BG). Disebut demikian, karena warna emas pada sisiknya dapat mencapai level 6 atau mencapai sisik di bagian punggung.
AROWANA [ NEW THREAD ]
Arwana Emas Crossback Golden (CBG atau X-BG). Arwana ini merupakan varietas endemik Semenanjung Malaya dan termasuk salah satu varietas Arwana yang paling indah. Ciri khas dari Arwana ini terletak pada sisik emasnya yang merata hingga ke punggung (karena itu disebut crossback). Varian Blue Base Crossback (atas) serta Crossback Golden (tengah dan bawah) merupakan varian crossback kelas satu yang harganya sangat mahal.

Dibandingkan Red Tail dari Sumatera, warna emas Arwana Crossbak jauh lebih terang dan menyolok. Warna emasnya pun lebih penuh dan merata di setiap sisik. Oleh karena itu, harga Arwana Crossback ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan Arwana Red Tail. Harga varian crossback terbaik bahkan dapat mengalahkan harga Arwana Super red. Bagi sebagian hobiis, Arwana crossback dianggap sebagai salah satu varian arwana yang paling indah.

Arwana Crossback Golden hanya diproduksi oleh penangkar di Malaysia dan Singapura. Untuk memperoleh Arwana Crossback dengan kualitas terbaik tergolong sulit karena membutuhkan induk berkualitas yang harganya mahal. Peluang munculnya ikan dengan pola sisik yang sempurna pun tergolong kecil. Saat ini, para penangkar Arwana di Malaysia mencoba menghasilkan varian arwanaCrossback dengan warna sisik seperti emas 24 karat yang menyelubungi seluruh tubuh.

Dari sisi taksonomi, posisi Arwana ini belum begitu jelas karena masih menyandang nama ilmiah yang lama, Scleropages formosus. Menurut Poyaud et al. (2003), ciri-ciri Arwana Crossback sangat mirip dengan Arwana Red Tail Golden. Namun belum dapat dipastikan, apakah Arwana Crossback termasuk subspesies dari Red Tail Golden atau termasuk spesies yang terpisah. Arwana Crossback hanya ditemukan terbatas di Semenanjung Malaya terutama di negara bagian Pahang dan Bukit Merah.

4. Arwana Merah/Super red Arowana (Scleropages legendrei Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003)

Arwana merah atau Super Red Arowana termasuk satwa endemik Kalimantan Barat yang secara alami memiliki daerah sebaran terbatas di hulu sungai Kapuas dan Danau Sentarum.Arwana ini mudah dikenali dari warnanya yang merah cerah mulai dari mulut, penutup insang hingga ekor
AROWANA [ NEW THREAD ]
Lahan basah atau daerah tergenang di sekitar danau Sentarum umumnya tergolong asam dengan pH < 6. Airnya berwarna sedikit gelap atau kemerahan, disebabkan oleh kandungan tanin tinggi yang berasal dari gambut serta sisa tumbuhan yang membusuk.

Warna merah yang menyolok pada Arwana ini diduga sebagai adaptasi terhadap kondisi perairan yang unik tersebut. Dalam lingkungan seperti ini, warna merah lebih memudahkan bagi warna untuk menyamarkan diri saat berburu mangsa. Salah satu fakta yang menarik adalah adanya kemiripan habitat antara Arwana Merah dengan Arwana emas asal Sumatera. Kedua jenis Arwana endemik Indonesia ini sama-sama hidup di perairan yang cenderung asam dan berair gelap.

Danau Sentarum dikenal sebagai salah satu daerah lahan basah (wetlands) terbesar di Asia Tenggara. Danau ini menjadi salah satu lokasi transit bagi burung yang bermigrasi dari belahan bumi utara untuk menghindari musim dingin. Oleh sebab itu, danau ini masuk dalam situs yang dilindungi berdasarkan konvensi Ramsar sejak tanggal 30 Agustus 1994 dengan nomor situs 667

(http://www.ramsar.org/pdf/sitelist_order.pdf).

Arwana Merah memiliki banyak varian berdasarkan bentuk tubuh dan warna sisiknya. Proses seleksi, budidaya termasuk kimpoi silang antar spesies memungkinkan munculnya varian baru.

Berdasarkan kualitas warnanya, hobiis mengenal beberapa tipe kelas untuk Arwana. Varian Super Red, Chili Red, dan Blue Base Super Red yang warnanya sangat cerah masuk dalam Grade 1. Jenis Arwana dengan warna merah kurang cerah seperti Yellow Red dan Orange Red masuk dalam Grade 1.5. Sedangkan seluruh Arwana diluar Super Red, Crossback dan RTG seperti Arwana Hijau, Pino, Red Banjar dan Yellow Banjar dikategorikan sebagai Arwana Grade 2. Posisi Crossback, RTG dan Hybrid Arowana masih belum jelas. Bisa Grade 1 atau 1.5 tergantung kualitas ikannya.
AROWANA [ NEW THREAD ]
Varian Arwana Merah. Chili Red (atas), Super Red (tengah) dan Super Red muda (bawah). Varian in termasuk Grade 1 yang harganya mahal.

AROWANA [ NEW THREAD ]
Varian Arwana Merah. Chili Red (atas), Violet Fusion Super Red (tengah) dan Blue Base Super Red (bawah). Varian ini termasuk Grade 1 kualitas premium yang harganya sangat mahal.

Tidak semua Arwana Merah memiliki warna sisik yang menyolok seperti Super Red. Varian Yellow Red misalnya, hanya memiliki warna merah pada siripnya. Demikian pula varian Orange Red, hanya memiliki semburat merah pada ujung ekornya saja. Meskipun bukan varian kelas satu, harga Arwana ini tetaplah mahal untuk ukuran orang kabanyakan.
AROWANA [ NEW THREAD ]
Varian super Red. Yellow Red (atas), Dark Chili Red (tengah) dan Orange Red (bawah).

5. Arwana Papua/Jardini/Northern Spotted Baramundi Scleropages jardinii (Saville-Kent, 1892).

Selain Sumatera dan Kalimantan, ikan Arwana juga dapat ditemukan di Papua. Karakteristik Arwana Papua sedikit berbeda dengan Arwana Asia. Sebagai contoh, jumlah baris sisik Arwana Papua lebih banyak yaitu: sekitar 7-8 baris. Ukuran sisik juga lebih kecil dari Arwana Asia. Corak warna Arwana Papua lebih kusam, dengan pola cincin melingkar seperti bulan sabit di tepi sisik berwarna hijau atau merah. Jika terkena cahaya lampu dari sudut yang tepat, sisik Arwana Papua akan berkilauan sangat indah seperti mutiara. Oleh karena itu, Arwana Papua sering juga disebut sebagai Arwana Mutiara atau Pearl Arowana.

Arwana Papua memiliki 2 varian yaitu: Red Pearl (mutiara merah) dan Green Pearl (mutiara hijau). Arwana Red Pearl mudah dikenali dari adanya beberapa corak seperti garis bercoret berwarna merah muda di sekitar mata dan penutup insangnya. Tepi sisiknya yang berbentuk seperti bulan sabit pun berwarna merah muda. Sedangkan Green Pearl berwarna lebih polos, sisik berbintik kehijauan dengan sirip berwarna abu-abu dan hitam. Beberapa spot putih dapat ditemukan di sirip punggung dan sirip anal (Gambar 23).

Arwana Papua dapat mencapai ukuran panjang 90 cm dengan berat sekitar 20 kg. Arwana ini juga bersifat sangat agresif sehingga tidak dianjurkan untuk digabung dengan jenis arwana lainnya dalam satu akuarium. Arwana Papua banyak ditemukan di Sungai dan danau sekitar Merauke. Arwana ini juga ditemukan di Australia utara dan Queensland.
AROWANA [ NEW THREAD ]
Arwana Papua dan Australia. Varian Green Pearl (atas), Red Pearl (tengah) dan Saratoga/Southern Spotted Barramundi (bawah).

7. Arwana Afrika/African Arowana Heterotis niloticus (Cuvier, 1829)

Arwana Afrika merupakan spesies Arwana yang unik. Bentuk tubuhnya lebih mirip Araipama dibandingkan dengan Arwana pada umumnya. Keunikan lainnya adalah makanannya yang hanya berupa plankton. Jenis ini tersebar hampir di semua danau dan sungai besar Afrika.

Bentuk tubuh Arwana Afrika tergolong memanjang dengan ukuran pajang hingga 100 cm dan berat 10 kg. Warna sisik didominasi abu-abu, coklat atu perak. Kepala dan sirip ekor cenderung membulat. Mulut simetris tanpa dilengkapi sungut pada rahang bawah.

Arwana Afrika bernapas dengan mengambil oksigen langsung dari udara melalui permukaan air. Jenis ini juga tahan terhadap musim kemarau yang panjang.

AROWANA [ NEW THREAD ]

8. Arwana Perak/Silver Arowana Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829)

Arwana perak adalah jenis Arwana yang paling populer dari Amerika selatan. Daerah sebaran meliputi Sungai Rupununi, Oyapock, Amazon dan sungai di Guyana. Tubuh Arwana perak umumnya pipih memanjang dengan sisik besar berwarna perak dan sirip punggung, sirip anal dan ekor tampak menyatu di sepanjang sisi tubuh. Bentuk tubuh Arwana ini sepintas mirip dengan ikan layur (Trichiurus savala). Panjang tubuh dapat mencapai 90 m (Gambar 24).

Arwana ini merupakan satwa asli sungai Amazon yang terspesialisasi hidup di daerah permukaan. Arwana perak termasuk predator yang sangat mahir melompat keluar dari permukaan air untuk berburu mangsa. Mangsa utamanya terdiri dari udang, serangga, ikan hingga kelelawar, burung dan ular. Arwana Perak juga termasuk ikan yang agresif terhadap Arwana Perak lainnya sehingga tidak boleh disatukan dalam sebuah akuarium.

AROWANA [ NEW THREAD ]
Arwana dari Afrika dan Brazil. Juvenil Arwana Afrika (atas), Arwana Hitam (tengah) dan Arwana Perak (bawah).

Status konservasi Arwana Perak belum jelas. Hingga tahun 2004, CITES dan IUCN belum memasukkan jenis Arwana ini sebagai spesies yang terancam punah. Namun laporan beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan populasi satwa ini di habitat aslinya akibat penagkapan yang berlebihan. Di Brazil, Arwana Perak dewasa di tangkap untuk di makan. Sedangkan di Kolumbia, juvenil Arwana Perak ditangkap untuk di jual sebagai ikan hias.

9. Arwana Hitam/Black Arowana Osteoglossum ferreirai (Kanazawa, 1966)

Arwana hitam mempunyai bentuk tubuh yang hampir sama dengan Arwana Perak. Saat fase juvenil, tubuh arwana hitam didominasi oleh warna gelap ditambah corak kuning yang memanjang dari kepala hingga ekor. Saat panjang tubuh mencapai 15 cm, warna berangsur-angsur berubah menjadi abu abu perak hingga kebiruan dengan garis merah dan kuning di sepanjang sirip dan ekor. Fenomena perubahan warna ini tidak ditemukan pada Arwana Perak.

Mangsa utama Arwana hitam meliputi udang, serangga, ikan, kelelawar, burung dan ular. Seekor bayi monyet juga pernah ditemukan dalam perut seekor Arwana hitam yang tertangkap jaring. Kemungkinan bayi monyet ini terjatuh ke dalam sungai saat terlepas dari induknya.

Daerah sebaran Arwana hitam meliputi Sungai Negro di Brazil dan Kolumbia serta daerah hulu sungai Essequibo di negara Guyana.
AROWANA [ NEW THREAD ]

Arwana Hibrida
Untuk meningkatkan kualitas warna dan menciptakan varian baru, para penangkar Arwana melakukan kimpoi silang terhadap 2 spesies Arwana berbeda. Warna Arwana Hibrida hasil kimpoi silang ini sangat unik dan eksotis yang didominasi oleh warna coklat gelap keemasan.

Arwana yang sering disilangkan adalah jenis Crossback (endemik Malaysia) dengan Red Tail Golden (endemik Indonesia). Keduanya memiliki keunggulan yang berbeda. Jenis Crossbak memiliki kelebihan pada warna sisik emasnya yang lebih terang dan merata hingga punggung. Sedangkan RTG memiliki keunggulan pada postur tubuhnya yang lebih besar dan daya tahan tubuhnya yang tinggi.

Persilangan antara Crossback atau RTG dengan Super Red biasanya menghasilkan Arwana dengan sisik yang lebih cerah dibandingkan RTG x Crossback. Beberapa contoh Arwana hibrida dapat dilihat pada Gambar 22 di bawah ini.

Varian hibrida Crossback Splendour berasal dari hasil kimpoi silang antara Crossback dengan Super Red Grade 1 . Jika Crossback disilangkan dengan Red Tail Golden hasilnya adalah Premium RTG. Varian Premium RTG yang disilangkan dengan Crossback menghasilkan Supreme RTG.
AROWANA [ NEW THREAD ]
Arwana Hibrida. Crossback Splendour adalah hasil persilangan antara Crossback Golden x Grade 1 Super Red (atas dan tengah atas) . Supreme RTG (Crossback Golden x Premium RTG) (tengah). RTG Splendour (Crossback Splendour x RTG) (bawah).

 

Cara Merawat Ikan Arwana Media Akuarium


Setiap akuarium, sebaiknya hanya ada seekor arwana saja (soliter), sebab tidak mudah bagi seekor arwana untuk hidup berdampingan dengan ikan sejenisnya. Untuk mendapatkan ikan arwana yang berkualitas dan sehat tentunya dibutuh kondisi dalam akuarium yang nyaris sama dengan habitat aslinya. Makanan harus cukup dan diberikan secara teratur, kualitas air juga terkontrol dengan baik dan diberi obat-obatan agar tidak tercemar oleh zat-zat kimia yang beracun.

Kondisi Akuarium
Siapa pun yang memelihara arwana pasti dengan bangga akan menempatkan ikannya di kuarium terbaik. Agar keanggunan itu terpantul maksimal, maka hanya seekor arwana saja dalam satu akuarium. Jangan meletakkan akuarium di dekat dinding (tembok) apalagi sampai menempel. Sebab bila arwana melihat serangga seperti kecoa atau cecak di dinding, ia akan melompat dan menyeruduk dinding kaca aquarium, sehingga bisa luka. Perhitungkan besar akuarium dengan besar ikan, agar ikan bisa bergerak bebas dan meluncur di ruangan yang cukup. Beri penerangan yang memadai. Untuk mengontrol suhu air (27-30 derajat Celcius), sebaiknya dipasang termometer di dinding akuarium dan ujungnya tercelup ke air. Ukur pH sekurangnya seminggu sekali.
Background / Latar Belakang:Aquarium dianjurkan menggunakan latar belakang berupa gambar / sticker / cat. Warna menurut selera. Namun sebagian besar hobbies menggunakan warna latar sesuai jenis arowana yang dipelihara, misalnya:

* Super Red = Latar hitam
* Golden Cross Back = Latar hitam
* Red Tail Golden = Latar biru / putih
* Bandjar Red = Latar biru / putih
* Silver = Latar hitam / biru

Memberi Makan
Meskipun tidak ada patokan, sebaiknya arwana diberi makan 3 – 4 kali sehari. Dibutuhkan 8-10 ekor jangkrik sehari. Sebelum diberikan, kaki belakang jangkrik yang bergerigi dipotong dulu, agar tidak menggores kerongkongan arwana. Harus diusahakan agar makanan tidak tersisa di aquarium. Jangkrik, kelabang, kecoa dan udang, mengandung zat karoten dan kitin yang bisa memberi efek sisik yang indah, cerah dan mengkilap pada arwana.

Kualitas Air
Selain suhu dan pH, maka kualitas air juga dijaga dengan membuang kotoran air yang berasal dari kotoran ikan itu sendiri dan sisa makanan. Dengan saringan, kotoran bisa diangkat, sedangkan kotoran yang mengendap di dasar akuarium disedot dengan selang. Melakukannya harus pelan-pelan agar ikan tidak stres akibat air berguncang hebat. Setiap tiga bulan akuarium dikuras total dan kaca harus bebas dari lumut, dan sabuni dinding akuarium dan bila sudah, keringkan dengan sinar matahari, agar jamur dan bibit penyakit mati. Air baru dalam akuarium harus diendapkan dulu 24 jam sebelum ikan dimasukkan kembali ke akuarium. Kandungan oksigen dalam air harus dijaga dengan memasang aerator yang sekaligus berfungsi sebagai pompa dan saringan kotoran.

Menggabung Arwana dalam Satu Akuarium
Yang ideal dua ekor arwana dicampur ketika masih kecil. Namun bila sudah dewasa umumnya bisa asalkan akuarium diberi sekat kaca. Bila kedua ikan terlihat marah dengan membuka mulut lebar-lebar, berarti keduanya tidak akur. Bila dalam seminggu tidak ada perubahan, berarti mereka tidak cocok. Ambil ikan yang lain, lakukan cara serupa, bila tidak memperlihatkan kemarahannya, berarti cocok, pelan-pelan kaca sekat dilepas. Amati seksama. Bila keduanya tidak saling mengejar. Berarti mereka bisa hidup damai.

Pakan
Setiap minggu, seekor arwana diberi makanan tambahan 2-3 ekor kadal yang tidak terlalu besar dan setiap dua minggu diberi tiga ekor kelabang. Kelabang atau lipan ini termasuk makanan favorit arwana, sehingga harus hati-hati memberikannya. Jika setiap hari diberi kelabang, maka arwana akan enggan memakan jangkrik atau kodok sekali pun. Dia hanya mau makan kelabang.
Namun begitu, seekor ikan arwana memburu kelabang di dalam air adalah sebuah atraksi menarik di dalam akuarium Anda. Karena kelabang mampu bergerak sangat cepat meskipun di dalam air, maka arwana pun harus mempertontonkan ’’kemahirannya” berburu makanan. Ia akan meliuk-liuk dan terus mendesak kelabang, sampai akhirnya bisa menangkap dan menelannya.
Arwana juga mau makan ikan hidup. Umumnya di Indonesia diberikan ikan mas dan sepat yang masih anakan. Namun harus berhati-hati, sebab bukan mustahil ikan membawa bakteri dan penyakit itu juga akan menjangkiti arwana. Udang mati pun disukai arwana, namun untuk pemeliharaan di akuarium, sebaiknya tidak usah diberikan, sebab akan membuat air akuarium keruh dan sisa makanan itu akan mudah membusuk dan menimbulkan penyakit bagi arwana.
Agar arwana tidak juling jangan menyebarkan makanan sekaligus ke dalam akuarium. sebab akan membingungkan arwana dan matanya akan menatap ke segala arah. Berikan jangkrik atau kelabang satu persatu, sehingga ikan hanya akan memburu satu mangsa saja.
Sebenarnya arwana juga memakan kecoa, cicak, laron atau belalang, sebagai selingan jangkrik. Namun, arwana jangan terlalu sering diberi makan cecak, matanya tidak melotot atau tersembul ke luar.
Agar arwana tetap sehat dan berkualitas, yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga air akuarium tetap bersih sehat dan cocok untuk habitat arwana. Maka dari itu, dibutuhkan beberapa obat untuk menjernihkan air dan menjaga agar kondisi akuarium cocok sebagai habitat arwana. Obat-obatan ini umumnya sudah dikemas dalam bentuk jadi, sehingga bisa langsung dibeli di pedagang ikan hias dan mencampurkannya ke air akuarium sesuai dosis yang dianjurkan.

 

Penyakit Pada Ikan Arwana dan Cara Penanggulangannya

Salah satu resiko membudidayakan ikan Arwana adalah mati karena penyakit seperti Redspot, Jamur, Gigit Ekor, Stress dll. Di bawah ini diuraikan beberapa penyakit yang sering diderita Arwana gejala dan cara penanggulangannya.

1. Penyakit Gigit Ekor
Sebelum menderita penyakit ini biasanya arwana akan menunjukan perilaku yang lain daripada biasanya. Arwana akan kelihatan gelisah dengan berenang hilir mudik kesana kemari. Beberapa hari kemudian sirip ekor akan robek-robek selaputnya sehingga mirip sisir dan yang tertinggal hanyalah jari-jari siripnya. Gejala ini mulanya hanya kecil lalu akan bertambah panjang dan tidak jarang sebagian dari jari sirip itu akan hilang.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh sejenis parasit yang menempel pada ekor arwana dan menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan. Arwana berusaha mengatasinya dengan cara berenang hilir mudik dan menggigiti ekornya sehingga tampak compang-camping.

Pengobatan penyakit ini tergolong mudah. Pindahkan Arwana ke dalam aquarium lain yang bersih (steril) dan sudah diisi dengan air yang memenuhi syarat. Masukan sekitar 20 tetes obat Tropical Fish Medicine dan biarkan arwana tetap di dalamnya selama beberapa hari. Jangan lupa membersihkan aquarium yang satunya agar nantinya arwana bisa menempati kembali tanpa khawatir terjangkit lagi.

2. Tutup Insang Melengkung

Arwana Yang Mati Karena Penyakit Insang

Sering kita lihat tutup insang arwana melengkung keluar, sehingga sebagian insangnya kelihatan. Arwana dengan kondisi seperti ini tentu tidak sedap dipandang. Ikan Arwana yang satu ini mati karena penyakit insang, dengan ciri-ciri insang ikan berubah menjadi hitam.

Penyebab penyakit ini bermacam-macam, yang pertama disebabkan kualitas air dalam aquarium yang tidak memenuhi standar terutama suhunya. Aquarium yang terlalu dingin atau tidak hangat bisa mendorong ikan arwana terkena penyakit ini. Penyebab lainnya adalah pemberian obat-obatan yang kelewat dosis, serangan sejenis bakteri, atau karena air dalam aquarium rendah kandungan oksigennya. Hal ini dapat dijelaskan karena air yang mempunyai kandungan oksigen yang rendah akan llebih sering membuat arwana membuka dan menutup insangnya. Gerakan itu sering tidak sempurna. Artinya sebelum tutup insang benar-benarmenutup, keburu dibuka lagi untuk menghirup sedalam-dalamnya air untuk memenuhi tuntutan oksigen. Dari gerakan yang tidak sempurna ini kemudian tutup insang arwana tetap terbuka dan tubuhnya tidak normal.

Untuk mencegahnya agar menjaga kandungan oksigen dalam air tetap tinggi diatasi dengan memberikan cukup aerasi pada aquarium. Jika perlu aerator diganti dengan tenaga yang lebih besar. Kemudian tidak lupa menjaga keseluruhan kualitas air tetap primasehingga tetap layak dihuni oleh arwana.

Pen-suply-an O2 Murni

Teknik pengobatan ikan Arwana, salah satunya adalah dengan menjepit ikan yang sakit diantara dua penjepit kaca didalam ember, dan men-supply oksigen murni langsung kearah insangnya. Jika tutup insang yang melengkung ini belum terlalu parah maka bisa diperbaiki dengan jalan melakukan operasi kecil pada tepi tutup insangnya.

3. Mogok Makan
Arwna yang mogok makan biasanya terlalu sering diberi kelabang hidup. Mereka akan enggan menerima makanan lain, juga kelabang yang sudah mati. Jika sudah seperti ini maka puasakan arwana selama kurang lebih seminggu jangan diberi makan apapun. Kemudian berilah makanan jenis lain misalnya jangkrik, kadal, kodok kecil, atau ikan kecil. Bila setelah seminggu arwana belum juga mau makan sebaiknya seiakan ikan hidup saja karena tahan hidup. Perlu diperhatikan agar untuk menjaga arwana tidak juling sebaiknya dipilih ikan penghuni permukaan seperti guppy. Dengan demikian kita tidak perlu khawatir dan arwana mampu kembali seperti semula. Bila cara tersebut masih belum memberi hasil maka kita biarkan saja sampai arwana mau menerima makanan.

Alternatif lainnya adalah dengan memberikan sebutir obat Hobbi Fishes ke dalam 200 liter air yang sering dipakai untuk tempat arwana bersemayam. Obat berbentuk kapsul ini berkhasiat untuk menyembuhkan stres dan berbagai penyakit serta untuk merangsang nafsu makan arwana. Pilihan terakhir berikan kelabang seminggu sekali berselang seling dengan jenis makanan lain.

4. Penyakit Mata Juling
Penyakit ini timbul karena banyak hal. Terlalu seringnya ikan arwana berburu ikan di dasar atau pojok aquarium dianggap sebagai salah satu penyebab utama. Tentu tidak berlebihan jika ada nasehat untuk memberi makan arwana dengan yang mengapung saja. Terlalu sering arwana melihat ikan kecil yang ada di bawahnya menyebabkan otot matanya bertambah panjang.

Mata yang melorot juga bisa disebabkan karena arwana kurang mendapatkan sinar matahari yang cukup. Ini mungkin dikaitkan dengan khasiat sinar matahari terhadap pertumbuhan mata manusia.

Untuk mengobati mata juling bisa dilakukan dengan memindahkan arwana pada tempat yang lebih luas dan mendapat sinar matahari langsung sambil diberi makanan yang terapung. tempat yang dipilih bisa berupa bak dari bahan fiberglass atau bak semen. Dengan cara tersebut maka 80% arwana akan sembuh. Cara lainnya adalah dengan melakukan operasi kecil.

5. Dubur Ikan merah dan Membengkak
Apabila kita melihat dubur arwana berwarna merah dan membengkak jangan sampai mengira bahwa mereka sedang birahi. Itu pertanda bahwa arwana sedang kesulitan, yang dapat berujung pada kematian.

Dubur arwana memerah dan bengkak karena disebabkan oleh pemberian makanan yang tidak bersih. Akibatnya pencernaan ikan terganggu sehingga arwana kesulitan mengeluarkan ekskresinya.

Untuk mencegahnya maka makanan harus dibersihkan sebelum diberikan pada arwana. Apapun jenis makanan hidup yang diberikan sebaiknya dipuasakan dahulu selama 1-2 hari. Arwana yang menderita dubur merah dan bengkak bisaa diobati dengan amonium sulfat.

6. Sisik Berdiri
Sisik berdiri dan kadang ada sebagian yang membusuk biasanya disebabkan karena oleh lingkungan yang kotor. Penggantian air yang rutin dapat menghindarkan arwana dari penyakit ini. Untuk arwana yang sedang dihinggapi penyakit ini dapat diberikan amonium sulfat sebagai obatnya.

7. Tulang Punggung Bengkok
Penyakit ini bisa disebabkan beberapa hal. Pertama karena adanya serangan bakteri yang masuk kedalam tubuh arwana sehingga mengakibatkan pertumbuhan punggung tidak normal. Penyebab lain adalah karena kesalahan dalam memberikan obat. Penyebab terakhir adalah karena ukuran awuarium yang terlalu kecil.

Untuk mencegahnya tempatkan arwana ke dalam awuarium yang ukurannya cukup. Jaga kebersihan aquarium agar arwana tidak dijangkiti bakteri dan jangan memberikan obat yang salah.

8. Ekor Patah
Sama seperti penyakit tulang punggung bengkok penyakit ini disebabkan karena ukuran aquarium yang terlalu sempit. Selain itu bisa disebabkan karena penanganan yang kurang baik. Misalnya pada waktu dipindahkan arwana berontak atau saat pertama kali dimasukan ke dalam aquarium mereka berenang kencang dan menubruk. Karena penyebabnya lebih dikarenakan faktor teknis maka penanganannya harus hati-hati.

9. Sungut tumbuh pendek
Sungut arwana tidak tumbuh sempurna dan kelihatan janggal dengan bentuk badannya yang besar. Arwana bersungut tidak imbang bisa terjadi karena ditempatkan dalam aquarium yang terlalu kecil. Hampir senada dengan penyebab punggung bengkok, arwana bersungut pendek dapat disebabkan oleh kesalahan pemberian obat.

Untuk mendapatkan pertumbuhan sungut yang normal bisa dilakukan dengan membersihkan aquarium secara rutin dan mengganti airnya. Jangan lupa, tempatkan arwana dalam aquarium yang sepadan dengan besar badan.

10. Ekor dan Sirip Mengerut
Ekor dan sirip yang mengerut bisa terjadi bila air di dalam aquarium terlampau kotor atau suhu air yang terlalu rendah. Penangan dengan kembali mengatur panas dengan menambah heater dan membersihkan aquarium. Bisa juga diberi obat amonium sulfat secukupnya.

11. Sungut Menjorok Ke Bawah
Arwana yang sehat memiliki tampilan sungut ke depan. Namun sering arwana sungutnya lunglai, menjorok ke bawah. Ini merupakan pertanda arwana berada pada lingkungan yang tidak semestinya. Untuk mengembalikan kondisi arwana seperti semula sebaiknya suhu dan kebersihan air aquarium lebih diperhatikan.

PEMIJAHAN IKAN ARWANA

Budidaya Ikan arwana bukanlah sesuatu yang mudah anda harus
mempelajari beberapa tehik atau cara untuk membudidayakan Ikan arwana ini, budidaya ikan arwana yang dasar adalah sebagai berikut :

Pemeliharaan Induk
Induk dipelihara dalam kolam berukuran 5 x 5 m dengan kedalaman air 0,5-0,75 m. Kolam ditutup plastik setinggi 0,75 m untuk mencegah lompatan ikan.

Ruangan pemijahan dibangun di pojok perkolaman dan ditambah dengan beberapa kayu gelondongan untuk memberikan kesan alami. Batu dan kerikil dihindari karena dapat melukai ikan atau dapat tercampur pakan secara tidak sengaja.

Kolam pembesaran dibangun di area tenang dan ditutup sebagian, dan dijauhkan dari sinar matahari langsung. Induk dipelihara dalam kolam pembesaran hingga mencapai matang gonad.
Pengelolaan Kualitas Air
Kualitas air dijaga agar mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 dan suhu 27-29 C. Penggantian air dilakukan sebanyak 30-34% dari total volume dengan air deklorinisasi.

Pemberian Pakan
Keseimbangan gizi sangat penting bagi kematangan gonad dan pemijahan. Induk diberikan pakan bervariasi yang mengandung kadar protein tinggi. Pakan diberikan setiap hari dalam bentuk ikan/udang hidup atau runcah, dan ditambah pelet dengan kadar protein 32 %. Jumlah pemberian pakan per hari adalah 2 % dari bobot total tubuh.

Kematangan gonad
Matang gonad terjadi pada umur 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60cm.
Pemijahan terjadi sepanjang tahun, dan mencapai puncaknya antara bulan Juli dan Desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur yang sudah dibuahi dalam mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai dapat berenang.

Arwana betina mempunyai ovarium tunggal yang mengandung 20-30 ova besar dengan diameter rata-rata 1,9 cm dengan kematangan berbeda-beda. Induk jantan dewasa juga mempunyai sebuah organ vital menyerupai testis.

Pembedaan Kelamin
Juvenil sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul setelah ikan berukur 3-4 tahun.

Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina. Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan.

Kebiasaan Pemijahan
Tingkah laku arwana sangat unik selama masa pengenalan lain jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini dapat diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).

Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, Jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telurdi mulitnya untuk diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri. Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm.

Panen Larva
Inkubasi telur secara normal adalah membutuhkan 8 minggu. Untuk memperpendek waktu, telur yang sudah dibuahi dapat dikeluarkan dari mulut pejantan 1 bulan setelah pemijahan. Induk jantan ditangkap dengan sangat hati-hati dengan jaring halus lalu diselimuti dengan handuk katun yang basah untuk menghindari ikan memberontak dan terluka.

Untuk melepaskan larva dari mulut induk jantan, tarik perlahan bagian bawah mulut dan tubuh ditekan ringan. Larva dikumpulkan dalam wadah plastik dan diinkubasikan dalam akuarium. Jumlah larva yang dapat mencapai 25-30 ekor.

Teknik Pembenihan
Setelah dikeluarkan dari mulut pejantan, larva diinkubasikan dalam akuarium berukuran 45×45×90 cm. Temperatur air 27-29 °C menggunakan pemanas thermostat. Oksigen terlarut 5 ppm (mg/ I) menggunakan aerator bukaan kecil.

Untuk mencegah infeksi akibat penanganan larva, dalam air dilarutkan Acriflavine 2 ppm. Menggunakan teknik pembenihan in vitro ini, Survival Rate (SR) yang didapat sampai tahap ikan dapat berenang adalah 90-100 %.

Selama periode inkubasi, larva tidak perlu diberikan pakan. Beberapa minggu pertama selama kuning telur belum habis, biasanya larva hampir selalu berada pada dasar akuarium. Larva mulai berenang ke atas bertahap ketika ukuran kuning telur mengecil. Pada minggu ke delapan, kuning telur hampir terserap habis sehingga larva mulai berenang ke arah horizontal. Pada tahap ini, pakan hidup pertama harus mulai diberikan untuk mencegah larva saling Ketika ukuran larva mencapai 8,5 cm atau berumur 7 minggu, kuning telur terserap secara penuh dan larva dapat berenang bebas.

Pemeliharaan Larva
Tambahan pakan hidup yang dapat diberikan seperti cacing darah atau anak ikan yang ukurannya sesuai bukaan mulut arwana.
Larva yang telah mencapai panjang 10-12 cm dapat
diberikan pakan seperti udang air tawar kecil atau runcah untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya.

Sumber : KASKUS

RANGKAIAN HARI SANTRI NASIONAL 2018 ( HSN 2018 )

Menyambut Hari Santri 2018, Kementerian Agama telah siapkan sejumlah rangkaian kegiatan. Hari Santri diperingati sejak 2015 setiap 22 Oktober, tanggal tersebut merujuk pada tercetusnya fatwa Resolusi Jihad yakni perjuangan santri-kiai mempertahankan Kemerdekaan dari Sekutu pada 1945 silam.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan bahwa Kemenag selama tiga tahun ini selalu konsisten memeriahkan perayaan Hari Santri sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas jasa-jasa kalangan pesantren yang eksistensinya terbukti berkomitmen mengawal bangsa Indonesia.

“Untuk tema, logo dan rangkaian kegiatan Hari Santri tahun ini akan diluncurkan pada 10 Agustus nanti oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kantor Kemenag Pusat,” tuturnya, di Jakarta, Kamis (02/08) sebagaimana dirilis kemenag.go.id.
Hari Santri 2018 bertema “Bersama Santri, Damailah Negeri”. Berikut rangkaian kegiatan sambut Hari Santri:
1. 29 Juli – 28 September : Santri Millennial Competitions (Lomba Desain Meme, Video Iklan Masyarakat tentang Moderasi Islam, dan Video Lalaran Nadham Alfiyyah).
2. 11 – 12 Agustus : Kopdar Akbar Santrinet Nusantara dan Car Free Day Bershalawat bersama Nissa Sabyan di Jakarta.
3. 29 & 31 Agustus : Pesan Trend (Ngaji kitab Ihya’ ulum al-din bersama Gus Ulil Abshar Abdalla) di Jakarta.
4. September-Oktober : Pesantren Business Challenge (ajang pengembangan ekonomi dan bisnis di lingkungan pesantren).
5. 18 – 20 September : Muktamar Pemikiran Santri Nusantara di Yogyakarta.
6. 19 September : Ketika Kiai, Nyai, Santri Berpuisi dan Pegon Exhibition di Yogyakarta.
7. 1 – 7 Oktober : Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) di Jambi
8. 21 Oktober : Santriversary (Malam puncak Hari Santri) di Bandung
Malam puncak Hari Santri 2018 rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo serta para pejabat pemerintah pusat maupun daerah. Nissa Sabyan dan Musik Orkestra Santri juga akan mengiringi acara yang rencananya ditempatkan di Lapangan Gasibu, Bandung.
HSN2018
Zayadi berharap masyarakat, terutama kalangan pesantren, dapat antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan Hari Santri yang diadakan Kemenag. “Hari Santri bukan hanya milik pesantren, tapi segenap bangsa Indonesia juga memilikinya,” pungkasnya.

LOGO :

logo hari santri (1)

ORANGTUA DAN PERKEMBANGAN MORAL

Dalam usaha membentuk tingkah laku sebagai pencerminan nilai-nilai hidup tertentu, banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan moral, diantaranya yaitu:

  1. Faktor tingkat harmonisasi hubungan antara orang tua dan anak.
  2. Faktor seberapa banyak model (orang-orang dewasa yang simpatik, teman-teman,
    orang-orang yang terkenal dan hal-hal lain) yang diidentifikasi oleh anak sebagai
    gambaran-gambaran ideal.
  3. Faktor lingkungan memegang peranan penting. Diantara segala unsur
    lingkungan sosial yang berpengaruh, yang tampaknya sangat penting adalah
    unsur lingkungan berbentuk manusia yang langsung dikenal atau dihadapi oleh
    seseorang sebagai perwujudan dari nilai-nilai tertentu.
  4. Faktor selanjutnya yang memengaruhi perkembangan moral adalah tingkat
    Perkembangan moral yang sifatnya penalaran menurut Kohlberg,
    dipengaruhi oleh perkembangan nalar sebagaimana dikemukakan oleh Piaget.
    Makin tinggi tingkat penalaran seseorang menrut tahap-tahap perkembangan
    Piaget, makin tinggi pula tingkat moral seseorang.
  5. Faktor Interaksi sosial dalam memberi kesepakatan pada anak untuk
    mempelajari dan menerapkan standart perilaku yang disetujui masyarakat,
    keluarga, sekolah, dan dalam pergaulan dengan orang lain.

 Karakteristik Perkembangan Moral

Karakteristik yang menonjol dalam perkembangan moral remaja adalah bahwa sesuai dengan tingkat perkembangan kognisi yang mulai mencapai tahapan berfikir operasional formal, yaitu mulai mampu berpikir abstrak dan mampu memecahkan masalah-masalah yang bersifat hipotetis maka pemikiran remaja terhadap suatu permasalahan tidak lagi hanya terikat pada waktu, tempat, dan situasi, tetapi juga pada sumber moral yang menjadi dasar hidup mereka (Gunarsa,1988).

Perkembangan pemikiran moral remaja dicirikan dengan mulai tumbuh kesadaran akan kewajiban mempertahankan kekuasaan dan pranata yang ada karena dianggap sebagai suatu yang bernilai, walau belum mampu mempertanggung jawabkannya secara pribadi (Monks, 1988).

Perkembangan moral remaja yang demikian, jika meminjam teori perkembangan moral dari Kohlberg berarti sudah mencapai tahap konvensioanl. Pada akhir masa remaja seseorang akan memasuki tahap perkembangan pemikiran moral yang disebut tahap pascakonvensional ketika orisinilitas pemikiran moral remaja sudah semakin jelas.

Pemikiran moral remaja berkembang sebagai pendirian pribadi yang tidak tergantung lagi pada pendapat atau pranata yang bersifat konvensional.

Keragaman tingkat moral remaja disebabkan oleh faktor penentunya yang beragam juga. Salah satu faktor penentu atau yang mempengaruhi perkembangan moral remaja itu adalah orangtua.

Menurut Adam dan Gullotta (1983) terdapat beberapa hasil penelitian yang menunjukkan bahwa orangtua mempengaruhi nilai remaja, yaitu sebagai berikut:

  1. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat moral remaja dengan tingkat moral orangtua
  2. Ibu-ibu remaja yang tidak nakal mempunyai skor yang lebih tinggi dalam tahapan nalar moralnya daripada ibu-ibu yang anaknya nakal, dan remaja yan tidak nakal mempunyai skor lebih tinggi dalam kemampuan nalar moralnya dari pada remaja yang nakal
  3. Terdapat dua faktor yang dapat meningkatkan perkembangan moral anak atau remaja, yaitu:
  • Orangtua yang mendorong anak untuk berdiskusi secara demokratik terbuka mengenai berbagai isu,
  • Orangtua yang menerapkan disiplin terhadap anak dengan teknik berpikir induktif

Ada beberapa pokok utama yang perlu dipelajari oleh anak dalam mengoptimalkan perkembangan moralnya, yaitu:

  1. Mempelajari apa yang diharapkan kelompok sosial dari anggotanya sebagaimana dicantumkan dalam hukum. Harapan tersebut terperinci dalam bentuk hukum, kebiasaan dan peraturan. Tindakan tertentu yang dianggap“benar” atau “salah” karena tindakan itu menunjang, atau dianggap tidak menunjang, atau menghalangi kesejahteraan anggota kelompok. Kebiasaan yang paling penting dibakukan menjadi peraturan hukum dengan hukuman tertentu bagi yang melanggarnya.
  2. Pengambangan hati nurani sebagai kendali internal bagi perliaku individu. Hati nurani merupakan tanggapan terkondisikan terhadap kecemasan mengenai beberapa situasi dan tindakan tertentu, yang telah dikembangkan dengan mengasosiasikan tindakan agresif dengan hukum.
  3. Pengembangan perasaan bersalah dan rasa malu. Setelah mengembangkan hati nurani, mereka dibawa dan digunakan sebagai pedoman perilaku. Rasa bersalah adalah sejenis evaluasi diri, khusus terjadi bila seorang individu mengakui perilakunya berbeda dengan nilai moral yang dirasakannya wajib untuk dipenuhi. Rasa malu adalah reaksi emosional yang tidak menyenangkan yang timbul pada seseorang akibat adanya penilaian negatif terhadap dirinya.
  4. Mencontohkan, memberikan contoh berarti menjadi model perilaku yang diinginkan muncul dari anak, karena cara ini bisa menjadi cara yang paling efektif untuk membentuk moral anak.
  5. Latihan dan Pembiasaan, menurut dan pembiasaan merupakan strategi penting dalam pembentukan perilaku moral pada anak usia dini. Sikap orang tua dapat dijadikan latihan dan pembiasaan bagi anak. Sejak kecil orang tua selalu merawat, memelihara, menjaga kesehatan dan lain sebagainya untuk anak.

Kesempatan melakukan interaksi dengan anggota kelompok sosial. Interaksi sosial memegang peranan penting dalam perkembangan moral. Tanpa interaksi dengan orang lain, anak tidak akan mengetahui perilaku yang disetujui secara sosial, maupun memiliki sumber motivasi yang mendorongnya untuk tidak berbuat sesuka hati. Interaksi sosial awal terjadi didalam kelompok keluarga.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Moral

Perkembangan moral seorang anak banyak dipengaruhi oleh lingkungannya. Anak memperoleh nilai nilai moral dari lingkungannya, terutama dari orangtuanya. Dia belajar untuk mengenal nlai-nilai dan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Dalam mengembangkan nilai moral anak, peranan orangtua sangatlah penting, terutama pada waktu anak masih kecil. Beberapa sikap orangtua yang perlu diperhatikan sehubungan dengan perkembangan moral anak, diantaranya sebagai berikut :

  1. Konsisten dalam mendidik anak

Ayah dan ibu harus memiliki sikap dan perlakuan yang sama dalam melarang atau membolehkan tingkah laku tertentu kepada anak. Suatu tingkah laku anak yang dilarang oleh orangtua pada suatu waktu, harus juga dilarang apabila dilakukan pada waktu lain.

  1. Sikap orangtua dalam keluarga Secara tidak langsung, sikap orangtua terhadap anak, sikap ayah terhadap ibu, atau sebaliknya, dapat mempengaruhi perkembangan moral anak, yaitu melalui proses peniruan (imitasi). Sikap orangtua yang keras (otoriter) cenderung melahirkan sikap disiplin semu pada anak, sedangkan sikap yang acuh tak acuh atau sikap masa bodoh, cenderung mengembangkan sikap kurang bertanggungjawab dan kurang mempedulikan norma pada diri anak. Sikap yang sebaiknya dimiliki oleh orangtua adalah sikap kasih sayang, keterbukaan, musyawarah (dialogis). Interaksi dalam keluarga turut mempengaruhi perkembangan moral anak
  2. Penghayatan dan pengamalan agama yang dianut Orangtua merupakan panutan (teladan) bagi anak, termasuk disini panutan dalam mengamalkan ajaran agama. Orangtua yang menciptakan iklim yang religius (agamis), dengan cara memberikan ajaran atau bimbingan tentang nilai-nilai agama kepada anak, maka anak akan mengalami perkembangan moral yang baik.
  3. Sikap konsisten orangtua dalam menerapkan norma Orangtua yang tidak menghendaki anaknya berbohong, atau berlaku tidak jujur, maka mereka harus menjauhkan dirinya dari prilaku berbohong atau tidak jujur. Dalam usaha membentuk tingkah laku sebagai pencerminan nilai-nilai hidup tertentu, Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan moral peserta didik, diantaranya yaitu:
    • Faktor tingkat harmonisasi hubungan antara orang tua dan anak.
    • Faktor seberapa banyak model (orang-orang dewasa yang simpatik, teman-teman, orang-orang yang terkenal dan hal-hal lain) yang diidentifikasi oleh anak sebagai gambaran-gambaran ideal.
    • Faktor lingkungan memegang peranan penting. Diantara segala unsur lingkungan sosial yang berpengaruh, yang tampaknya sangat penting adalah unsur lingkungan berbentuk manusia yang langsung dikenal atau dihadapi oleh seseorang sebagai perwujudan dari nilai-nilai tertentu.
    • Faktor selanjutnya yang memengaruhi perkembangan moral adalah tingkat penalaran. Perkembangan moral yang sifatnya penalaran menurut Kohlberg, dipengaruhi oleh perkembangan nalar sebagaimana dikemukakan oleh Piaget. Makin tinggi tingkat penalaran seseorang menurut tahap-tahap perkembangan Piaget, makin tinggi pula tingkat moral seseorang.
    • Faktor Interaksi sosial dalam memberi kesepakatan pada anak untuk mempelajari dan menerapkan standart perilaku yang disetujui masyarakat, keluarga, sekolah, dan dalam pergaulan dengan orang lain.

100_3486

NIKON tipe D850

d850_logo

Nikon mengumumkan DSLR full frame terbarunya, yakni tipe D850. Kamera ini dibekali dengan spesifikasi tinggi, salah satunya adalah sensor CMOS tipe back-side illuminated yang memiliki ketajaman 45,7 megapiksel.

Tipe sensor ini diyakini bakal membuat kamera bisa menangani situasi low light dengan baik, meski ukuran megapikselnya sangat tinggi. Sebagaimana diketahui, biasanya tingginya hitungan megapiksel menjadi indikator rendahnya kualitas pengambilan gambar dalam kondisi low light.

d850-body-9

Nikon D850 juga dibekali otak pemrosesan gambar teratasnya, yakni Expeed 5. Perusahaan asal Jepang ini sengaja melepas low pass filter, yang biasa digunakan untuk mengurangi efek moire. Tanpa adanya filter ini, maka foto yang dihasilkan mestinya akan sangat detil.

Kemampuan Nikon D850 lainnya adalah soal perekaman video. Kamera ini mampu merekam video 4K UHD dalam 30 atau 24 frame per detik, dan video 1080p dengan frame rate maksimal 120 frame per detik. Ada juga kemampuan merekam video timelapse 8K.

d850-body-5

Soal fitur pendukung pemotretan, Nikon D850 dibekali dengan 153 titik autofocus (99 cross type), sebagaimana yang dipakainya di tipe D5. Nikon D850 juga mampu menjepret dengan kecepatan 7 frame per detik pada resolusi penuh 45,7 megapiksel. Kamera baru akan mengalami buffer setelah pengguna menjepret 51 foto RAW 14-bit, atau 170 foto 12-bit.

Nikon D850 bisa diatur agar memotret tanpa bunyi (silent), memiliki satu slot memori XQD dan satu SD, baterai yang sanggup menopang 1.800 jepretan foto atau 70 menit video, serta memiliki sebuah layar LCD 3.2 inci yang bisa ditekuk. Untuk urusan konektivitas, Nikon membekali kamera ini dengan WiFi, Bluetooth, serta Snapbridge.

Nikon D850 akan dijual dengan harga 3.299 dollar AS atau setara Rp 44 juta. Harga itu hanya untuk pembelian body Nikon D850, belum termasuk lensa.

 

SPESIFIKASI :

 

Type of camera
Type Single-lens reflex digital camera
Lens mount Nikon F mount (with AF coupling and AF contacts)
Effective angle of view Nikon FX format
Effective pixels
Effective pixels 45.7 million
Image sensor
Image sensor 35.9 x 23.9 mm CMOS sensor
Total pixels 46.89 million
Dust-reduction system Image sensor cleaning, Image Dust Off reference data (Capture NX-D software required)
Storage
Image size (pixels)
  • FX (36×24) image area: 8256 x 5504 (L: 45.4 million), 6192 x 4128 (M: 25.6 million), 4128 x 2752 (S: 11.4 million)
  • 1.2x (30×20) image area: 6880 x 4584 (L: 31.5 million), 5152 x 3432 (M: 17.6 million), 3440 x 2288 (S: 7.8 million)
  • DX (24×16) image area: 5408 x 3600 (L: 19.4 million), 4048 x 2696 (M: 10.9 million), 2704 x 1800 (S: 4.8 million)
  • 5 : 4 (30×24) image area: 6880 x 5504 (L: 37.8 million), 5152 x 4120 (M: 21.2 million), 3440 x 2752 (S: 9.4 million)
  • 1 : 1 (24×24) image area: 5504 x 5504 (L: 30.2 million), 4128 x 4128 (M: 17.0 million), 2752 x 2752 (S: 7.5 million)
  • FX-format photographs taken during movie recording: 8256 x 4640 (L: 38.3 million), 6192 x 3480 (M: 21.5 million), 4128 x 2320 (S: 9.5 million)
  • DX-format photographs taken during movie recording: 5408 x 3040 (L: 16.4 million), 4048 x 2272 (M: 9.1 million), 2704 x 1520 (S: 4.1 million)
File format
  • NEF (RAW): 12 or 14 bit (lossless compressed, compressed or uncompressed); large, medium and small available (medium and small images are recorded at a bit depth of 12 bits using lossless compression)
  • TIFF (RGB)
  • JPEG: JPEG-Baseline compliant with fine (approx. 1 : 4), normal (approx. 1 : 8) or basic (approx. 1 : 16) compression; optimal quality compression available
  • NEF (RAW)+JPEG: Single photograph recorded in both NEF (RAW) and JPEG formats
Picture Control system Auto, Standard, Neutral, Vivid, Monochrome, Portrait, Landscape, Flat; selected Picture Control can be modified; storage for custom Picture Controls
Media XQD and SD (Secure Digital) and UHS-II compliant SDHC and SDXC memory cards
Dual card slots Either card can be used for primary or backup storage or for separate storage of NEF (RAW) and JPEG images; pictures can be copied between cards
File system DCF 2.0, Exif 2.31, PictBridge
Viewfinder
Viewfinder Eye-level pentaprism single-lens reflex viewfinder
Frame coverage
  • FX (36×24): Approx. 100% horizontal and 100% vertical
  • 1.2x (30×20): Approx. 97% horizontal and 97% vertical
  • DX (24×16): Approx. 97% horizontal and 97% vertical
  • 5:4 (30×24): Approx. 97% horizontal and 100% vertical
  • 1:1 (24×24): Approx. 97% horizontal and 100% vertical
Magnification Approx. 0.75x (50 mm f/1.4 lens at infinity, -1.0 m-1)
Eyepoint 17 mm (-1.0 m-1; from center surface of viewfinder eyepiece lens)
Diopter adjustment -3 to +1 m-1
Focusing screen Type B BriteView Clear Matte Mark VIII screen with AF area brackets (framing grid can be displayed)
Reflex mirror Quick return
Depth-of-field preview Pressing Pv button stops lens aperture down to value selected by user (A and M modes) or by camera (P and S modes)
Lens aperture Instant return, electronically controlled
Lens
Compatible lenses Compatible with AF NIKKOR lenses, including type G, E and D lenses (some restrictions apply to PC lenses), and DX lenses [using DX (24×16) image area], AI-P NIKKOR lenses, and non-CPU AI lenses (exposure modes A and M only); IX-NIKKOR lenses, lenses for the F3AF, and non-AI lenses cannot be used
The electronic rangefinder can be used with lenses that have a maximum aperture of f/5.6 or faster (the electronic rangefinder supports 15 focus points with lenses that have a maximum aperture of f/8 or faster, of which 9 points are available for selection)
Shutter
Type Electronically controlled vertical-travel focal-plane mechanical shutter; electronic front-curtain shutter available in quiet shutter-release, quiet continuous shutter-release and mirror up release modes
Speed 1/8000 to 30 s in steps of 1/3, 1/2 or 1 EV, bulb, time, X250
Flash sync speed X=1/250 s; synchronizes with shutter at 1/250 s or slower; auto FP high-speed sync supported
Release
Release modes S (single frame), CL (continuous low speed), CH (continuous high speed), Q (quiet shutter-release), QC (quiet continuous shutter-release), Self-timer, MUP (mirror up)
Approximate frame advance rate
  • With an EN-EL18b battery inserted in an MB-D18 battery pack
    CL: 1 to 8 fps, CH: 9 fps, QC: 3 fps
  • Other power sources
    CL: 1 to 6 fps, CH: 7 fps, QC: 3 fps
Self-timer 2 s, 5 s, 10 s, 20 s; 1 to 9 exposures at intervals of 0.5, 1, 2 or 3 s
Exposure
Metering system TTL exposure metering using RGB sensor with approx. 180K (180,000) pixels
Metering modes
  • Matrix: 3D color matrix metering III (type G, E and D lenses); color matrix metering III (other CPU lenses); color matrix metering available with non-CPU lenses if user provides lens data
  • Center-weighted: Weight of 75% given to 12 mm circle in center of frame; diameter of circle can be changed to 8, 15 or 20 mm, or weighting can be based on average of entire frame (non-CPU and AF-S Fisheye NIKKOR 8-15mm f/3.5-4.5E ED lenses use 12-mm circle)
  • Spot: Meters 4 mm circle (about 1.5% of frame) centered on selected focus point (on center focus point when non-CPU or AF-S Fisheye NIKKOR 8-15mm f/3.5-4.5E ED lens is used)
  • Highlight-weighted: Available with type G, E and D lenses
Range
(ISO 100, f/1.4 lens, 20°C/68°F)
  • Matrix or center-weighted metering: -3 to 20 EV
  • Spot metering: 2 to 20 EV
  • Highlight-weighted metering: 0 to 20 EV
Exposure meter coupling Combined CPU and AI
Modes Programmed auto with flexible program (P); shutter-priority auto (S); aperture-priority auto (A); manual (M)
Exposure compensation -5 to +5 EV in increments of 1/3, 1/2 or 1 EV
Exposure lock Luminosity locked at detected value
ISO sensitivity
(Recommended Exposure Index)
ISO 64 to 25600 in steps of 1/3, 1/2 or 1 EV; can also be set to approx. 0.3, 0.5, 0.7 or 1 EV (ISO 32 equivalent) below ISO 64 or to approx. 0.3, 0.5, 0.7, 1 or 2 EV (ISO 102400 equivalent) above ISO 25600; auto ISO sensitivity control available
Active D-Lighting Can be selected from auto, extra high, high, normal, low or off
Focus
Autofocus Multi-CAM 20K autofocus sensor module with TTL phase detection, fine-tuning and 153 focus points (including 99 cross-type sensors and 15 sensors that support f/8), of which 55 (35 cross-type sensors and 9 f/8 sensors) are available for selection
Detection range -4 to +20 EV (ISO 100, 20°C/68°F)
Lens servo
  • Autofocus (AF): Single-servo AF (AF-S); continuous-servo AF (AF-C); predictive focus tracking automatically activated according to subject status
  • Manual focus (M): Electronic rangefinder can be used
Focus point 153 focus points, of which 55 or 15 are available for selection
AF-area modes Single-point AF, 9-, 25-, 72- or 153-point dynamic-area AF, 3D-tracking, group-area AF, auto-area AF
Focus lock Focus can be locked by pressing shutter-release button halfway (single-servo AF) or by pressing the center of the sub-selector
Flash
Flash control TTL: i-TTL flash control using RGB sensor with approx. 180K (180,000) pixels; i-TTL balanced fill-flash for digital SLR is used with matrix, center-weighted and highlight-weighted metering, standard i-TTL fill-flash for digital SLR with spot metering
Flash modes Front-curtain sync, slow sync, rear-curtain sync, red-eye reduction, red-eye reduction with slow sync, slow rear-curtain sync, off
Flash compensation -3 to +1 EV in increments of 1/3, 1/2 or 1 EV
Flash-ready indicator Lights when optional flash unit is fully charged; flashes after flash is fired at full output
Accessory shoe ISO 518 hot-shoe with sync and data contacts and safety lock
Nikon Creative Lighting
System (CLS)
i-TTL flash control, radio-controlled Advanced Wireless Lighting, optical Advanced Wireless Lighting, modeling illumination, FV lock, color information communication, auto FP high-speed sync, AF-assist for multi-area AF, unified flash control
Sync terminal ISO 519 sync terminal with locking thread
White balance
White balance Auto (3 types), natural light auto, incandescent, fluorescent (7 types), direct sunlight, flash, cloudy,shade, preset manual (up to 6 values can be stored, spot white balance measurement available during live view), choose color temperature (2500 K to 10000 K), all with fine-tuning
Bracketing
Bracketing types Exposure, flash, white balance and ADL
Live view
Modes Photo live view, movie live view
Lens servo
  • Autofocus (AF): Single-servo AF (AF-S); full-time-servo AF (AF-F)
  • Manual focus (M)
AF-area modes Face-priority AF, wide-area AF, normal-area AF, pinpoint AF, subject-tracking AF
Autofocus Contrast-detect AF anywhere in frame (camera selects focus point automatically when face-priority AF or subject-tracking AF is selected)
Movie
Metering system TTL exposure metering using main image sensor
Metering modes Matrix, center-weighted or highlight-weighted
Frame size (pixels) and frame rate
  • 3840 x 2160 (4K UHD); 30p (progressive), 25p, 24p
  • 1920 x 1080; 60p, 50p, 30p, 25p, 24p
  • 1280 x 720; 60p, 50p
  • 1920 x 1080 (slow-mo); 30p x4, 25p x4, 24p x5

Actual frame rates for 60p, 50p, 30p, 25p and 24p are 59.94, 50, 29.97, 25 and 23.976 fps respectively; quality selection available at all sizes except 3840 x 2160 (when quality is fixed at ★) and 1920 x 1080 slow-mo (when quality is fixed at “normal”)

File format MOV, MP4
Video compression H.264/MPEG-4 Advanced Video Coding
Audio recording format Linear PCM, AAC
Audio recording device Built-in stereo or external microphone; sensitivity adjustable
ISO sensitivity (Recommended Exposure Index)
  • Exposure modes P, S and A: Auto ISO sensitivity control (ISO 64 to Hi 2) with selectable upper limit
  • Exposure mode M: Auto ISO sensitivity control (ISO 64 to Hi 2) available with selectable upper limit; manual selection (ISO 64 to 25600 in steps of 1/3, 1/2 or 1 EV) with additional options available equivalent to approx. 0.3, 0.5, 0.7, 1 or 2 EV (ISO 102400 equivalent) above ISO 25600
Active D-Lighting Can be selected from same as photo settings, extra high, high, normal, low or off
Maximum recording length 29 min. 59 s
Other options Index marking, time-lapse movies, electronic vibration reduction
Monitor
Monitor 8-cm/3.2-in., approx. 2359k-dot (XGA) tilting TFT touch-sensitive LCD with 170° viewing angle, approx. 100% frame coverage, and manual monitor brightness control
Playback
Playback Full-frame and thumbnail (4, 9 or 72 images) playback with playback zoom, playback zoom cropping, movie playback, photo and/or movie slide shows, histogram display, highlights, photo information, location data display, picture rating and auto image rotation
Interface
USB SuperSpeed USB (USB 3.0 Micro-B connector); connection to built-in USB port is recommended
HDMI output Type C HDMI connector
Audio input Stereo mini-pin jack (3.5-mm diameter; plug-in power supported)
Audio output Stereo mini-pin jack (3.5-mm diameter)
Ten-pin remote terminal Can be used to connect optional MC-30A/MC-36A Remote Cord, ML-3 Modulite Remote Control Set, WR-R10 (requires WR-A10 Wireless Remote Adapter) or WR-1 Wireless Remote Controller, GP-1/GP-1A GPS Unit
Wireless/Bluetooth
Wireless
  • Standards: IEEE 802.11b, IEEE 802.11g
  • Operating frequency: 2412 to 2462 MHz (channels 1 to 11)
  • Maximum output power: 8.5 dBm (EIRP)
  • Authentication: Open system, WPA2-PSK
Bluetooth
  • Communication protocols: Bluetooth Specification Version 4.1
  • Operating frequency: 2402 to 2480 MHz (Bluetooth), 2402 to 2480 MHz (Bluetooth Low Energy)
Range (line of sight) Approx. 10 m/32 ft without interference; range may vary with signal strength and presence or absence of obstacles
Supported languages
Supported languages

Arabic, Bengali, Bulgarian, Chinese (Simplified and Traditional), Czech, Danish, Dutch, English, Finnish, French, German, Greek, Hindi, Hungarian, Indonesian, Italian, Japanese, Korean, Marathi, Norwegian, Persian, Polish, Portuguese (Portugal and Brazil), Romanian, Russian, Serbian, Spanish, Swedish, Tamil, Telugu, Thai, Turkish, Ukrainian, Vietnamese

Power source
Battery One EN-EL15a/EN-EL15* Rechargeable Li-ion Battery
Battery pack Optional MB-D18 Multi-Power Battery Pack with one EN-EL18b/EN-EL18a/EN-EL18* Rechargeable Li-ion Battery (available separately), one EN-EL15a/EN-EL15* Rechargeable Li-ion Battery or eight AA alkaline, Ni-MH or lithium batteries; an MH-26a/MH-26 Battery Charger and BL-5 Battery Chamber Cover (both available separately) are required when using EN-EL18b/EN-EL18a/EN-EL18* batteries
AC adapter EH-5c/EH-5b AC Adapter; requires EP-5B Power Connector (available separately)
Tripod socket
Tripod socket 1/4 in. (ISO 1222)
Dimensions/weight
Dimensions
(W x H x D)
Approx. 146 x 124 x 78.5 mm/5.8 x 4.9 x 3.1 in.
Weight Approx. 1005 g/2 lb 3.5 oz with battery and XQD memory card but without body cap; approx. 915 g/2 lb 0.3 oz (camera body only)
Operating environment
Operating environment Temperature: 0 to 40°C/32 to 104°F
Humidity: 85% or less (no condensation)
Accessories
Supplied accessories
(may differ by country or area)

EN-EL15a Rechargeable Li-ion Battery, MH-25a Battery Charger, DK-17F Fluorine-Coated Finder Eyepiece, UC-E22 USB Cable, HDMI/USB Cable Clip, AN-DC18 Strap, BF-1B Body Cap

* Fewer pictures/shorter movies can be taken on a single charge with an EN-EL18 than an EN-EL18b/EN-EL18a, or with an EN-EL15 than an EN-EL15a.
  • XQD is a trademark of Sony Corporation.
  • The SD, SDHC and SDXC logos are trademarks of the SD-3C, LLC.
  • PictBridge is a trademark.
  • HDMI, the HDMI logo and High-Definition Multimedia Interface are trademarks or registered trademarks of HDMI Licensing LLC.
  • The Bluetooth® word mark and logos are registered trademarks owned by Bluetooth SIG, Inc. and any use of such marks by Nikon Corporation is under license.
  • Other products and brand names are trademarks or registered trademarks of their respective companies

 

 

Nikon FX-format, backside illumination sensor delivers superb 45-megapixel images at ISO 64-25600 (expandable to ISO 32-102400 equivalent) that are ideal for massive billboards and 8K monitors

153-point AF system with 99 cross sensors provides powerful subject acquisition in diverse situations

Approx. 9-fps high-speed captures 45-megapixel images with the optional MB-D18 Multi-Power Battery Pack*1 attached, or at 7 fps with the body only

Silent photography function*2 in live view mode utilizes an electronic shutter, causing no mechanical vibration or shutter release sound

Full-frame, 4K UHD video maximizes the capabilities of wide-angle NIKKOR lenses with minimal noise

Optical viewfinder with 0.75x magnification*3providing a wide field of view for easier subject confirmation, while keeping a sufficiently long eye point

Up to approx. 1840 still images*4 can be taken from a single charge of an EN-EL15a Rechargeable Li-ion Battery

Selamat Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53: Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku

Keluarga Sehat, Indonesia Sehat 

Tema HKN ke-53 tahun ini sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK) yang menekankan pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan. Lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup yang sehat. Karena itu, karena itu upaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat adalah dimulai dari lingkungan keluarga.

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti Pembangunan Kesehatan sesuai dengan UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009. Guna mendukung program tersebut, Kemenkes telah mengeluarkan Permenkes Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program-program kesehatan baik upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM) secara berkesinambunganyang berfokus pada data dan informasi dari profil kesehatan keluarga.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Sebuah kenyataan bahwa kesehatan merupakan hal yang utama dan mendasar, dan keberhasilan program kesehatan tidak terlepas dari peran masyarakat dan dukungan lintas sektor terkait, maka terbitlah Inpres Nomor 1 tahun 2017 tentang GERMAS pada 27 Februari 2017. Selain untuk menurunkan penyakit, GERMAS yang diprakarsai oleh Presiden RI ini bertujuan pula untuk menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk sekaligus menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan. Melalui GERMAS, diharapkan agar kerjasama antar sektor dan lintas program menjadi katalisator bagi masyarakat untuk mampu berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul, pondasi bangsa Indonesia yang kuat.

Dalam kehidupan sehari-hari, menerapkan pola hidup yang sehat merupakan salah satu wujud dari revolusi mental. GERMAS mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat. Menjadi mau melakukan langkah kecil perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat.

GERMAS mengangkat beberapa aktifitas, antara lain: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal implementasinya, GERMAS secara nasional baru berfokus pada tiga kegiatan sederhana, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit. Alasannya, tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, serta dapat dilakukan mulai saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar

Peluncuran Maskot GERMAS

Pada puncak peringatan HKN ke-53, Wapres RI didampingi Menkes meluncurkan maskot GERMAS yang bernama Si GABU. Karakternya terinspirasi dari Burung Garuda dengan figur yang menggemaskan namun tetap menggambarkan semangat untuk sehat. Sehingga dengan adanya maskot ini, diharapkan masyarakat akan lebih mengenal dan selalu ingat untuk menerapkan GERMAS. Maskot ini merupakan hasil karya dari anak bangsa, pemenang Lomba Desain Maskot GERMAS yang diselenggarakan oleh Kemenkes beberapa waktu lalu.

Sepeda Tour De Sabang-Jakarta 3000K Indonesia Sehat

Pada kesempatan yang sama, Menkes juga menyambut para peserta gowes yang mengiringi para pesepeda yang telah berhasil menaklukkan tantangan etape sepeda Tour De Sabang – Jakarta yang telah menempuh jarak 3.000 KM.

Diawali dari titik start yakni titik nol kilometer Sabang pada Sabtu, 14 Oktober 2017 lalu, Tour DeSabang-Jakarta 3000K Indonesia Sehat dibagi menjadi 20 etape yang dikelompokan menjadi 3 group etape, yaitu Group Etape A (Sabang – Tebing Tinggi 935,7 KM), Group Etape B (Tebing Tinggi – Jambi 1.104,7 KM) dan Group Etape C (Jambi – Jakarta 880,7 KM).

Berbagai Aktivitas Sehat Warnai Puncak HKN ke-53

Dimulai dengan kegiatan aktivitas fisik dengan senam bersama, juga ditampilkan senam peregangan secara massal. Senam peregangan ini merupakan salah satu aktifitas yang telah secara rutin diterapkan di lingkungan kantor Kementerian Kesehatan, yakni berupa remainder pada pukul 10.00 dan 14.00 WIB setiap harinya.

Selain itu, diselenggarakan juga karnaval sehat, serta bazaar buah, sayur dan ikan. Terdapat pula tenda pemeriksaan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan kolesterol bagi masyarakat secara gratis.



 

This slideshow requires JavaScript.


Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes bersama
Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo

Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor

BPKB

Pasal 50

Persyaratan perubahan ranmor

  1. Persyaratan regident perubahan dan fungsi Ranmor
    1. Penerbitan BPKB yang mengalami perubahan nama pemilik tanpa perubahan alamat harus memenuhi persyaratan:
      1. mengisi formulir permohonan;
      2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf b;
      3. melampirkan akte perubahan nama bagi badan hukum;
      4. melampirkan penetapan pengadilan bagi pemilik perorangan;
      5. BPKB
      6. STNK; dan
      7. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.
    2. Persyaratan perubahan data BPKB atas dasar perubahan alamat pemilik Ranmor dalam wilayah Regident yang sama meliputi:
      1. mengisi formulir permohonan; dan
      2. melampirkan tanda bukti identitas:
        1. KTP di tempat yang baru bagi perorangan; atau
        2. akte perubahan alamat bagi badan hukum; dan
      3. surat kuasa dari pemilik yang pengurusan pendaftarannya dilakukan oleh kuasanya.
      4. BPKB;
      5. STNK; dan
      6. hasil Pemeriksaan Cek Fisik Ranmor.
    3. Penerbitan BPKB yang mengalami perubahan  nama dan alamat dalam satu wilayah Regident Ranmor harus memenuhi persyaratan:
      1. mengisi formulir permohonan;
      2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf b;
      3. BPKB;
      4. STNK; dan
      5. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.
    4. Persyaratan perubahan data BPKB atas dasar perubahan alamat pemilik atau mutasi Ranmor ke luar wilayah Regident meliputi:
      1. mengisi formulir permohonan;
      2. melampirkan tanda bukti identitas:
        1. KTP di tempat yang baru bagi perorangan; atau
        2. akte perubahan alamat bagi badan hukum;
      3. surat kuasa dari pemilik yang pengurusan pendaftarannya dilakukan oleh kuasanya;
      4. BPKB;
      5. STNK; dan
      6. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.

Pasal 51

Persyaratan perubahan data BPKB atas dasar perubahan nomor Registrasi Ranmor meliputi:

  1. mengisi formulir permohonan;
  2. melampirkan  tanda  bukti identitas sebagaimana  dimaksud dalam Pasal 44 huruf b;
  3. BPKB;
  4. STNK;
  5. surat permohonan dari pemilik tentang nomor registrasi yang diinginkan; dan
  6. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.

Pasal 52

Persyaratan perubahan data BPKB atas dasar perubahan fungsi Ranmor meliputi:

  1. mengisi formulir permohonan;
  2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf b;
  3. BPKB;
  4. STNK;
  5. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor;
  6. surat izin penyelenggaraan angkutan umum dari instansi yang berwenang bagi perubahan fungsi dari Ranmor perseorangan menjadi Ranmor angkutan umum; dan/atau
  7. surat keterangan dari instansi yang berwenang bagi perubahan fungsi dari Ranmor angkutan umum menjadi Ranmor perseorangan.

Pasal 53

Persyaratan Regident Perubahan Fisik Ranmor

Persyaratan perubahan data BPKB atas dasar perubahan mesin dan/atau bentuk Ranmor meliputi:

  1. mengisi formulir permohonan;
  2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf b;
  3. BPKB;
  4. STNK;
  5. Surat keterangan dari APM atau bengkel umum yang melaksanakan perubahan mesin dan/atau bentuk Ranmor;
  6. PIB untuk penggantian mesin baru dari impor atau faktur pembelian untuk penggantian mesin baru yang diproduksi dalam negeri;
  7. Sertifikat Uji Tipe dan SRUT; dan/atau
  8. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.

Pasal 54

Persyaratan perubahan data BPKB atas dasar perubahan warna Ranmor meliputi:

  1. mengisi formulir permohonan;
  2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud pada Pasal 44 huruf b;
  3. BPKB;
  4. STNK;
  5. surat keterangan dari Agen Pemegang Merek (APM) atau bengkel umum yang melaksanakan perubahan warna Ranmor; dan
  6. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.

Pasal 55

Persyaratan pemindahan kepemilikan ranmor:

Persyaratan perubahan data BPKB atas dasar perubahan warna Ranmor meliputi:

  1. mengisi formulir permohonan;
  2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud pada Pasal 44 huruf b;
  3. BPKB;
  4. STNK;
  5. surat keterangan dari Agen Pemegang Merek (APM) atau bengkel umum yang melaksanakan perubahan warna Ranmor; dan
  6. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.

Pasal 56

  1. Penerbitan BPKB pemindahtangganan kepemilikan di dalam satu wilayah Regident Ranmor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) harus memenuhi persyaratan:
    1. mengisi formulir permohonan;
    2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf b;
    3. tanda bukti pemindahtanganan kepemilikan Ranmor berupa:
      1. kuitansi pembelian bermeterai cukup bagi pemindahtanganan karena jual beli;
      2. risalah lelang Ranmor dan/atau putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap bagi pemindahtanganan karena lelang;
      3. akta hibah yang ditandatangani oleh pemberi hibah dan/atau para ahli waris bagi pemindahtanganan karena hibah;
      4. akte penyertaan bagi pemindahtanganan karena penyertaan Ranmor sebagai modal;
      5. akte penggabungan bagi pemindahtanganan karena penggabungan perusahaan berbadan hukum; atau
      6. surat keterangan kematian dan persetujuan para ahli waris atau akte notaris bagi pemindahtanganan karena warisan;
    4. BPKB;
    5. STNK; dan
    6. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.
  2. Penerbitan BPKB pemindahtangganan kepemilikan ke luar wilayah Regident Ranmor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) harus memenuhi persyaratan:
    1. mengisi formulir permohonan;
    2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf b;
    3. tanda bukti pemindahtanganan kepemilikan Ranmor berupa:
      1. kuitansi pembelian bermeterai cukup bagi pemindahtanganan karena jual beli;
      2. risalah lelang Ranmor dan/atau putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap bagi pemindahtanganan karena lelang;
      3. akta hibah yang ditandatangani oleh pemberi hibah dan/atau para ahli waris bagi pemindahtanganan karena hibah;
      4. akte penyertaan bagi pemindahtanganan karena penyertaan Ranmor sebagai modal;
      5. akte penggabungan bagi pemindahtanganan karena penggabungan perusahaan berbadan hukum; atau
      6. surat keterangan kematian dan persetujuan para ahli waris atau akte notaris bagi pemindahtanganan karena warisan;
    4. tanda bukti penerimaan penyerahan BPKB dan STNK dari unit pelaksana regident asal;
    5. tindasan surat pengantar mutasi; dan
    6. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.
  3. Penerbitan BPKB pemindahtangganan kepemilikan untuk Ranmor bekas lembaga internasional atau kedutaan harus memenuhi persyaratan:
    1. mengisi formulir permohonan;
    2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf b;
    3. kuitansi pembelian bermeterai cukup;
    4. surat keterangan pelepasan hak dari kedutaan atau lembaga internasional yang bersangkutan;
    5. menyerahkan BPKB dan fotokopi STNK CD/CC atau lembaga internasional;
    6. tanda bukti pelunasan bea masuk bagi pemindahtanganan Ranmor yang diperoleh dari impor dengan fasilitas penangguhan atau pembebasan bea masuk, atau Formulir C;
    7. surat rekomendasi dari kementerian luar negeri untuk kendaraan kedutaan dan surat rekomendasi sekretariat negara untuk Ranmor lembaga internasional;
    8. surat hasil penelitian keabsahan surat keterangan pengimporan Ranmor yang dikeluarkan oleh Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah, atau Kepala Korps Lalu Lintas Polri bagi Ranmor yang masuk melalui wilayah pabean DKI Jakarta; dan
    9. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.
  4. Penerbitan BPKB pemindahtangganan kepemilikan untuk Ranmor bekas taksi yang menggunakan fasilitas penangguhan bea masuk harus memenuhi persyaratan:
    1. mengisi formulir permohonan;
    2. melampirkan tanda bukti identitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf b angka 1;
    3. kuitansi pembelian bermeterai cukup;
    4. BPKB dan fotokopi STNK;
    5. surat keterangan pelepasan hak dari perusahaan yang bersangkutan;
    6. bukti pelunasan bea masuk dari Ditjen Bea dan Cukai atau Formulir C;
    7. surat hasil penelitian keabsahan surat keterangan pengimporan Ranmor yang dikeluarkan oleh Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah, atau Kepala Korps Lalu Lintas Polri bagi Ranmor yang masuk melalui wilayah pabean DKI Jakarta; dan
    8. hasil pemeriksaan cek fisik Ranmor.

SUMBER : BPKB.NET

Prosedur Pemindahtanganan Dalam Wilayah Reg Ident dan Penggantian BPKB

Prosedur BPKB

Pasal 68
Prosedur Pemindahtanganan Dalam Wilayah Reg Ident dan Penggantian BPKB

  1. Proses pemindahtanganan dalam satu wilayah Reg Ident dilakukan oleh kelompok verifikasi dan identifikasi
  2. Menerima berkas permohonan selanjutnya:
    1. Meneliti kelengkapan dokumen-dokumen persyartan, asal usul, kelaikan kendaraan, dan kepemlikan kendaraan
    2. Cek kabsahan berkas ke yang mengeluarkan dok
    3. Mecocokan hasil pemeriksaan cek fisik kendaraan dengan berkas
    4. Pengecekan kesesuaian antar dokumen, asal usul dan kepemilikan kendaraan
  3. Berkas tidak lengkap kembalikan ke pemohon
  4. Berkas lengkap dan sah
    1. Maka pilah
      1. Berkas untuk penerbitan BPKB
      2. Berkas untuk penerbitan STNK
    2. Menyampaikan ke kelompok kerja pendaftakendaraan BPKB
    3. Menyampaikan ke kelompok kerja pendaftakendaraan STNK, pendataan dan verifikasi di SAMSAT
    4. Memberitahukan ke kelompok kerja penerima PNBP

Pasal 69
Penerimaan PNBP

  1. Menerima pembayaran PNBP sesuai Perkap No 50 tahun 2010
  2. Memberikan tanda terima pembayran yg berisi ident pemilik ranmor, nomor urut pendatran
  3. Pemohon mengajukan permohonan penerbitan STNK ke SAMSAT

Pasal 70
Kelompok Kerja Pendaftaran

  1. Setelah menerima berkas persyaratan melakukan:
    1. Pemasukan data perubahan nama dan alamat pemilik
    2. Pemanggilan data iden ranmor dan pemilik bagi pengantian karena rusak
    3. Paraf Kartu Induk
  2. Menyampaikan berkas kepada Kelompok Kerja
    1. Pernerbitan BPKB
    2. Pengarsipan
    3. Pendaftaran, pendataan dan verifikasi ke SAMSAT
    4. Pencetakan TNKB

Pasal 71
Kelompok Kerja Penerbitan Dan Pemberian BPKB

  1. Setelah menerima berkas melakukan:
    1. Pemasukan tanda tangn elektronik
    2. Pecetakan dan penerbitan BPKB
    3. Pengajuan ke verifikator
    4. Penyerahan BPKB yang sdh ditnada tngan pd pemohon
  2. Penyerahan BPKB, miminta fotokopi STNK dan meminta tanda tangan bukti terima

Pasal 72
Kelompok Kerja Pengarsipan

Menerima dan berkas data berkas arsip BPKB melakukan :

  1. Pemisahan hal BPKB lama atau rusak yang muat Ident Ranmor dan Pemilik hal lain
  2. Pemusnahan hal lain dari BPKB lama dg penghancur kertas
  3. Penggabungan hal BPKB yg muat ident ran dan pemilik
  4. Pencatatan dan pendataan arsip dan
  5. Penataan dan penyimpanan

SUMBER : BPKB.NET

Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan ?

Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda.
Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur) pada 30 Oktober 1945.

Kematian Jendral Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby yaitu Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945 yang meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila orang orang Indonesia tidak mentaati perintah Inggris. Mereka juga mengeluarkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945, pukul 06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan. Namun ultimatum itu tidak ditaati oleh rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat pada tanggal 10 November 1945, selama lebih kurang tiga minggu lamanya.

Medan perang Surabaya kemudian mendapat julukan “neraka” karena kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar adalah warga sipil. Selain itu diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya dan tercatat sekitar 1600 orang prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-luka serta puluhan alat perang rusak dan hancur. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta semangat membara tak kenal menyerah yang ditunjukkan rakyat Surabaya, membuat Inggris serasa terpanggang di neraka dan membuat kota Surabaya kemudian dikenang sebagai kota pahlawan. Selanjutnya tanggal diperingati setiap tahunnya sebagai sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang.

==========================================================

Logo resmi Hari Pahlawan tahun 2017 berbentuk bulat dengan gambar orang ditengah lingkaran dengan membawa bendera merah putih dan berdasi merah serta ada tulisannya hari pahlawan 2017 dan tulisan Tema ” Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”

UNDUH LOGO

logo hari pahlawan 2017

contoh SPANDUK PERINGATAN Versi corelDRAW_X4

HARI PAHLAWAN 2017

Untuk panduan atau Pedoman Peringatan Hari Pahlawan tahun 2017 bisa di Download DISINI

ETIKA DAN MORAL PENELUSURAN GUA